Welcome to Chilly Theme

Sea summo mazim ex, ea errem eleifend definitionem vim. Ut nec hinc dolor possim mei ludus efficiendi ei sea summo mazim ex.

6 Daftar Komoditas Ekspor Produk Perikanan Jagoan Ri

6 Daftar Komoditas Ekspor Produk Perikanan Jagoan Ri

Menurut dia, kegiatan pelepasan ekspor ini merupakan bukti nyata keberhasilan produk perikanan Indonesia berkontribusi terhadap penguatan perekonomian nasional. Di luar udang, komoditas ekspor andalan Indonesia adalah tuna-cakalang-tongkol, tiga jenis ikan dari famili yang sama. Tujuan ekspornya adalah Amerika Sekitar, Tiongkok, Jepang, dan negara-negara Asean. Untuk udang, pasar ekspor terbesarnya adalah Amerika Serikat, lebih dari 60 persen.

Ekspor komoditas langsung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado ke Bandara Narita, Jepang terus berlanjut dengan quantity yang makin besar dan jenis yang semakin variatif. Kadin optimis, sektor usaha perikanan dan kelautan masih tumbuh dan tetap menjadi salah satu ujung tombak utama meski dipengaruhi dinamika perekonomian nasional dan dunia. Direktur Operasional Perum Perikanan Indonesia Raenhat Tiranto Hutabarat mengatakan Thailand kini memercayakan impor ikannya ke BUMN perikanan di Indonesia. “Selama ini yang menguasai pasar Timur Tengah untuk ikan patin adalah Vietnam,” sambungnya. Nilai impor komoditas perikanan Timur Tengah dalam periode yang sama rata-rata sekitar 2,64% dari whole nilai impor komoditas perikanan dunia. Pada tahun 2017 nilai impor komoditas perikanan Timur Tengah mencapai USD3,05 miliar dan tahun 2019 meningkat menjadi USD3,32 miliar atau sekitar 2,67% dari total nilai impor komoditas perikanan dunia.

Oleh karena itu, ikan kembung merupakan ikan konsumsi rumah tangga yang dapat disandingkan dengan lauk konsumsi harian lainnya seperti ayam dan telor. Dari capaian ekspor Mei dan Juni 2021, pihaknya mencatat rata-rata ekspor 2.300 ton-2.500 ton. “Dibanding tahun kemarin, ekspor ikan kita turunnya selisih 1.200 ton. Memang ekspor kita tidak terlalu banyak tahun ini. Turunnya sekitar 30 persen,” jelasnya. Raenhat menyampaikan ikan kembung adalah ikan primadona yang banyak dicari baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tahun ini, diakuinya, untuk ekspor ikan hidup memang sedikit mengalami penurunan, tetapi untuk ikan non hidup naik sekitar 23,36 persen dengan nilai Rp 992,43 miliar dibandingkan tahun lalu Rp 804,52 miliar. China menjadi pasar utama produk perikanan dari Jawa Tengah dengan 1.514 ton, disusul Jepang 610 ton, Korea Selatan 448 ton, Malaysia 402 ton, dan Amerika Serikat 368 ton.

“Misalkan nelayan kita menangkap empat ekor ikan Tuna di laut, tapi yang bisa lolos ke pasar biasanya cuma satu atau bahkan tidak ada,” kata Risyanto di Jakarta, Senin (16/9). Hal itu, kata dia, dikarenakan saat membawa ikan dari lokasi penangkapan ke pelabuhan untuk diteruskan ke pasar itu belum dilakukan dengan baik. Seluruh produksi perikanan dunia sekitar 75 persen ada di Asia Pasifik, dan 30 persen ada di Indonesia. “Ada pasar potensi lain yang cukup besar. Misalnya Jepang, Thailand, Timur Tengah, Rusia dan itu akan jadi pasar kita berikutnya yang harus digarap dan produk perikanan terdistribusi dengan besar keluar RI,” sebutnya.

“Penolakan ini mengindikasikan ada permasalahan penanganan mutu ikan tuna dari hulu ke hilir yang harus diperbaiki. Namun yang lebih penting implementasinya harus optimal dan berkelanjutan,” tandasnya. PT Dempo Andalas Samudera adalah satu-satunya perusahaan yang melaksanakan aktivitas ekspor tuna tersebut ke pasar-pasar di Amerika.

Tujuan pembangunan raiser ikan hias antara lain sebagai sarana pemasaran, promosi, informasi, Pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, pembesaran, penyeragaman ukuran, peningkatan mutu, penyangga stok/persediaan. BBP3KP di Gedung Raiser mendiseminasi informasi dengan memfasilitasi kontes ikan hias, seminar/workshop/FGD, pameran, eduwisata, dan gerai informasi ikan hias. BBP3KP juga mendukung upaya pembentukan Lembaga Sertifikasi Produk untuk ikan hias di Raiser dengan penyewaan ruang kantor di Raiser. Kementerian Perdagangan melepas 27 ton ikan tuna sirip kuning ke Vietnam senilai 83 ribu dolar AS hasil tangkapan nelayan yang dikelola PT Harta Lautan Indonesia yang merupakan pelaku usaha kecil dan menengah . “Diharapkan ekspor ikan tuna sirip kuning ini akan terus berlanjut dan mendapatkan permintaan kembali dengan jumlah transaksi yang lebih besar serta meningkatkan diversifikasi negara tujuan,” jelas Didi. JAKARTA – Kementerian Perdagangan melepas 27 ton ikan tuna sirip kuning ke Vietnam senilai 83 ribu dolar AS hasil tangkapan nelayan yang dikelola PT Harta Lautan Indonesia yang merupakan pelaku usaha kecil dan menengah .

Sedangkan ekspor ketiga dilaksanakan pada 7 September 2021 dengan nilai 85 ribu dolar AS. Penerbangan kargo ikan langsung ke Singapura, Jepang, dan Tiongkok juga ada dari Makassar, Manado, Surabaya, Bali, Jakarta, Medan, dan Batam. Untuk jalur laut, terutama ikan beku, ada dari pelabuhan besar mulai dari Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Bitung, dan Ambon.

Ekspor Ikan

KKP sendiri telah menargetkan kenaikan volume dan nilai ekspor tahun 2021 sekitar USD1 miliar dari tahun sebelumnya menjadi total USD6,05 miliar. Kenaikan ekspor tersebut membuat surplus neraca perdagangan sektor kelautan dan perikanan mencapai USD1,fifty nine miliar atau naik three,26% dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan, pada April 2021, nilai ekspor produk kelautan dan perikanan menyentuh angka USD488,sixty one juta atau lebih tinggi eleven,6 % dibanding April 2020.

Maka, pengapalan langsung dari Ternate adalah terobosan penting yang perlu dicatat. Produksi 23 juta ton ikan secara nasional per tahun berasal dari berbagai daerah. Biaya logistik akan terpangkas jauh bila lebih banyak pelabuhan bisa menjadi pintu gerbang ekspor.

Bicara mengenai permintaan ikan hias, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bandung – Jabar, Dedy Arief Hendriyanto mengatakan, permintaan ikan hias dalam negeri untuk diekpor sangatlah tinggi. “Tercatat oleh BKIPM Bandung, jika di rata-rata dalam satu bulan nilainya bisa mencapai Rp 11 miliar, atau per harinya mencapai Rp 500 juta. Ini bukan merupakan angka yang kecil, maka dari itu ikan hias merupakan salah satu penyumbang devisa negara,” ungkap Dedy.

Leave a Reply